21. Jati Diri Menik

1290 Kata

Inul menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia grogi karena Alfonzo mengamatinya dari dekat bagaikan anjing pemburu. Terlalu dekat. Inul dapat merasakan napas cowok itu. Apa dia sedang mengendusnya? “Jawab pertanyaan saya, Menik!” tuntun Alfonzo.      Inul menyengir kuda. “Bukannya Paman sudah menjawabnya sendiri? Situ tadi manggil Menik toh?” “Jangan mempermainkan saya!” bentak Alfonzo keras sehingga Inul melonjak saking kagetnya.  “Paman, kamu membuatnya takut. Menik, kamu tak apa, kan?” Ternyata tak hanya Alfonzo, Delon juga hadir di sini. Mampus! Apa mereka tadi melihat apa yang dilakukan Inul? Mereka pasti mencap dirinya sudah gila! “Ndak apa, Delon. Tadi Menik hanya iseng bicara sendiri karena terlalu jenuh terkurung di rumah ini.” Kedua lelaki di depannya saling menatap penuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN