“Hentikan perbuatan kalian!” bentak Alfonzo menggelegar. Terdengar kekehan dari luar membalas bentakannya. Alfonzo mengenali suara itu. Ternyata musuhnya memutuskan terjun langsung untuk mencelakainya. “Ternyata benar! Saya berhasil menghabisimu berkat kutu-kutu sialan itu, Alfonzo. Tunggulah, sebentar lagi kamu akan terkubur bersama kutu-kutu k*****t itu!” “b******n kamu, Roberto! Kalau kamu jantan, ayo kita berhadapan langsung!” tantang Alfonzo. Roberto mendengkus kasar. “Mengapa saya harus repot-repot jika bisa menghabisimu dengan cara semudah ini?” Roberto memberi kode pada anak buahnya. Mereka kembali menghujani bola-bola api ke dalam gudang kutu. Inul menatap histeris pada api yang melalap benda-benda dalam gudang dengan cepat. “Paman, kita harus segera keluar!” seru Inul pani

