49. Berlatih Menghilang

1261 Kata

Baru sekali ini Alfonzo memukul keponakannya. Padahal dulu Delon adalah kesayangannya. Kini kedudukannya di hati pamannya seakan tergerus oleh sosok yang lain! Perasaan Delon amat kacau. Antara sakit hati pamannya tak mengutamakannya lagi juga tak suka melihat kedekatan pamannya dan Inul. “Apa Paman mengira saya akan mencelakai Inul? Paman tak mempercayai saya?” desis Delon dingin. Alfonzo terdiam. Tadi dia sangat emosi karena terlalu mengkhawatirkan Inul, namun setelah dia yakin Inul baik-baik saja ... ada sesal yang menelesup dalam hatinya. Hanya Alfonzo tak pandai mengungkapkan perasaannya. “Salahmu menimbulkan keraguan di hati orang,” sahut Alfonzo sembari mendengkus kasar. Tentu Delon amat berang mendengarnya. Sikap bucin pamannya membuatnya muak. Dia menatap dingin pada Alfonzo.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN