“Banyak cara memfitnah orang.” Inul memutar bola mata malas mendengar celetukan j*****m itu keluar dari mulut Alfonzo. Semudah itu dia mengatakannya padahal batin Inul menjerit karena tak tega menyalahkan orang lain yang tak berdosa. “Banyak cara menjadi penjahat tapi ndak mudah menobatkan orang toh? Mengapa kita ndak mencoba menobatkan Tuan Roberto?” usul Inul. Alfonzo menggelengkan kepalanya gemas. Dia tak paham cara berpikir gadisnya. Kalimatnya sangat ambigu. Dia bilang tak mudah menobatkan orang tapi mengapa justru mengajak untuk menobatkan Roberto? “Saya akan memakan sandal jepit saya jika kamu berhasil menobatkan dia!” sarkas Alfonzo. Mata Inul membulat seketika. “Mengapa Paman memilih sandal jepit? Walau sandal jepit kenyal-kenyal dia bukan bakso. Dan rasanya hambar. Seharusny

