Nuansa putih mendominasi dengan hiasan bunga yang tersebar hampir di tiap sudut. Para tamu sudah duduk tenang di barisan kursi-kursi yang disediakan. Satu pria berdiri dengan kaki yang terus mengetuk lantai, sesekali hembusan nafas berat keluar dari celah bibirnya. "Tenanglah, panggungnya bisa jebol jika kau terus mengetuknya seperti itu," ujar pria berwajah kotak mendekat. "Aku gugup. Ini lebih mendebarkan dibanding dulu," sahutnya lirih. Sementara sang lawan bicara tertawa renyah menanggapi. "Hei Bung, kau bahkan sudah pernah melakukannya sebelumnya. Tenang saja, Soora tidak akan menggigit, paling memukulmu jika kau salah mengucapkan janji nanti," bukannya menenangkan Daejong justru kian gencar menggoda. Membuat Jihoon ingin sekali memukul kepala pria dengan setelan jas itu. "Acara
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


