Bab -21-

1577 Kata

Jihoon masih berkutat dengan beberapa berkas saat ponsel miliknya berdering. Ia segera menjawab panggilan tersebut yang rupanya berasal dari Yuri, Kakaknya. "Mwohae?" tanya-nya dari seberang. Jihoon mengapit ponselnya di antara telinga dan bahu saat ia harus membalik sekaligus memeriksa beberapa dokumen. "Bekerja," sahutnya sekenanya. Jihoon yang sedang sibuk terlihat sama dengan Jihoon yang kaku seperti kulkas dua pintu. "Kuharap aku tidak mengganggu waktumu bekerja, aku hanya ingin mengatakan jika Taeoh ku culik sementara waktu. Ia akan ku bawa ke rumah Wonu Oppa dan ku kenalkan pada salah satu keponakan perempuan ku," ucapan Yuri membuat aktifitas Jihoon terhenti. Apa yang ia katakan? "Nunna. Kau tidak berniat menjodohkan Taeoh bukan?" Jihoon bertanya sangsi. Ia tentu paham betul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN