Bab -46-

2146 Kata

Kegiatan mereka berakhir lima menit kemudian saat Soora menepuk-nepuk punggung Jihoon karena kehabisan nafas. Gadis itu terengah dengan wajah memerah, ia memalingkan wajahnya ke arah lain sebagai pelampiasan rasa malunya kini. Menyadari hal itu membuat Jihoon tersenyum kecil, Soora terlihat amat menggemaskan di matanya. Tangan besar Pria itu terulur, meraih dagu si gadis dan menariknya pelan agar mau menatapnya. Lagi-lagi Jihoon tersenyum, saat Soora menoleh ke arahnya gadis itu memejamkan mata dengan amat rapat bahkan sampai dahinya berkerut karenanya. Wajahnya juga jadi lebih merah daripada sebelumnya, dan bisa Jihoon rasakan dari dagu Soora yang ia pegang, wajah gadis itu memanas. "Soora-ya," panggil Jihoon pelan. Masih mempertahankan ekspresinya, Soora diam tanpa menjawab sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN