Anaya masih mengerjakan tugas dihadapan laptop. Tidak ada mata mengantuk dalam wajah Anaya. Leo masih setia memandangi dan mengawasi Anaya yang mengerjakan tugasnya. Sebenarnya, Leo tidak ingin Anaya mengerjakan tugas yang cukup membebani itu. Tapi, Leo nampak melihat keantusiasan Anaya ingin mengerjakan tugas itu. Dan akhirnya, Leo pun memutuskan untuk menemani Anaya bergadang. Dan tanpa mereka berdua sadari, sekarang sudahlah menjelang tengah malam. Sesekali Anaya menanyakan hal yang kurang dia mengerti pada Leo. Malam ini seakan mereka seperti rekan kerja yang sedang berdiskusi. Untuk menghilangkan rasa keheningan, Leo ingin bertanya pada Anaya tentang kehidupannya, walaupun sedikit, pikirnya. Dan ini hanyalah sekilas untuk menghilangkan kecanggungan. "Apa cita-cita kamu?" tanya Leo

