Malam sudah semakin larut, tapi Calvin belum juga tidur. Calvin masih sibuk bergelud dengan pikirannya sendiri. Mencari berbagai sumber informasi dari bukti yang dia punya. Menyusun sebuah rencana dari mana dia akan memulainya. Mengumpulkan semuanya menjadi satu, memecahkan permasalahan yang dia dengar dari sang pelaku. Baiklah! Sepertinya Calvin harus bergadang sekarang. Calvin masih bingung harus memulainya dari mana. Di mana pertama dia akan pergi. Dari arah pintu kamar Calvin, Vandi masuk dan melihat adiknya itu belum juga tidur. Vandi membawa secangkir s**u ditangannya dan meletakkannya di meja di mana Calvin sedang sibuk berpikir keras. "Minum dulu, gak usah terburu-buru," ujar Vandi bersandar di dinding dekat meja Calvin berada. "Santai, bang. Lebih cepat lebih baik," sahut

