“Dek, kamu ikut dengan kami ke Bandung tanggal dua puluh?” Daniel menghampiri Daniella yang hendak masuk ke kamarnya seusai makan malam. “Ngapain ke Bandung?” “Ray Simone,” jawabnya singkat seraya mengangguk. Daniella mengerjapkan matanya. Dia tau nama itu. Rupanya Daniel berniat menemuinya di Bandung bersama kedua orangtuanya. Bohong kalau Daniella berkata dia tidak penasaran dengan seseorang bernama Ray Simone yang dikatakan mamanya adalah ayah kandung dari Daniel. Sayangnya festival olahraga sekaligus hari pertandingan basket Daniella memang bertepatan dengan hari keberangkatan Daniel dan kedua orangtua mereka ke Bandung, jadi Daniella terpaksa menolak ajakan Daniel. Pertandingan basket itu cukup penting karena dia mewakili kampusnya untuk bertanding melawan kampus-kampus lain yang j

