Lilia memandang Mikha yang berjalan dengan cepat menuju ke arahnya dengan senyuman. Lilia erasa senang akhirnya bisa menikmati waktunya setelah belakangan ini dia sibuk dengan pekerjaannya di kantor. “Libur, kak?” Mikha menyapanya lalu duduk di hadapan Lilia. Lilia mengangguk, “Aku mengambil cuti sehari.” “Apa tidak apa-apa cuti di tengah kesibukan menjelang Natal?” “Tidak apa-apa. Aku tidak berencana libur tanggal dua puluh lima nanti. Aku hanya akan pulang lebih cepat dari kantor untuk pergi ke gereja di hari Natal nanti.” “Aku mengerti,” sahut Mikha. “Bagaimana pekerjaanmu?” “Sejauh ini lancar dan baik-baik saja.” “Syukurlah!” Mikha mengangguk. “Lalu ada apa kamu meminta bertemu di sini, Mikha? Tidak mungkin terjadi sesuatu dengan Aaron bukan? Kemarin malam aku masih berbicara

