“Dasar menyebalkan!” Madeline melemparkan mahkota berhiaskan permata yang tadi dipakainya saat acara resepsi. Dadanya terasa bergejolak karena perasaan kesal yang tidak tertahankan. Madeline tidak memperdulikan mahkota cantik nan mahal itu sudah hancur berkeping-keping. Madeline benar-benar butuh meluapkan perasaan marah dan kesalnya ini. Sayangnya Madeline tidak bisa melampiaskannya kepada Daniel yang sekarang sudah sah di mata hukum dan agama sebagai suaminya. Madeline tau ada yang berbeda dari tatapan Daniel terhadap Christine yang notabene adalah sahabat dari adik kandung Daniel, Daniella. Bahkan setelah Madeline tidak sengaja mendengarkan percakapan Daniella, Christine, dan Maria di Playland Cafe empat bulan yang lalu, Madeline masih berkata kepada dirinya sendiri bahwa yang dia deng
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


