Aku menatap sekeliling setelah mendengar Daniella berkata bahwa dia merasakan ada seseorang yang menatapnya. Dari sekian banyak orang yang berlalu-lalang di lantai satu gedung M ini, tidak ada orang yang sedang menatap ke arah mereka, apalagi menatap Daniella. “Sudah aku bilang, itu cuma perasaan aku aja kali,” ujar Daniella untuk yang kedua kalinya. Aku pun mengangguk mendengar komentar Daniella. “Ya sudah, ayo kita ke perpustakaan!” usul Christine. Aku serta Daniella mengangguk menyetujui usulan Christine. Kami bertiga lalu berjalan beriringan menuju perpustakaan untuk membuat kartu perpustakaan sesuai arahan ibu paruh baya yang tadi membantu mereka membuat foto untuk kartu mahasiswa. “Di lantai berapa sih?” tanya Christine. “Tadi katanya sih lantai tiga,” jawabku lalu memencet tom

