Bab. 82

1527 Kata

Senyuman masih terus tersemat di bibir Sultan sejak lelaki itu meninggalkan rumah ibunya untuk membeli rujak, sampai ia kembali lagi dan tengah menyuapi Jingga saat ini. Hal itu lantaran kata cinta yang dilontarkan Jingga sesaat sebelum ia pergi. Jingga juga menciumnya dan mengatakan kalau dirinya sudah tidak sabar untuk makan rujak lagi dengan disuapi oleh suami. Entah, Sultan merasa sangat bahagia melihat istrinya begitu manja dan menempel padanya. "Sayang, isi juga perutmu dengan nasi. Sejak pagi kamu terus saja menolak makan." Amira datang membawa nampan berisi makan siang yang sebenarnya sudah sangat terlambat karena sebentar lagi mendekati jam makan malam. "Ini juga sudah kenyang, Mi. Tuh, rujaknya sisa sedikit, tanggung." Jingga menyahut tak enak hati, tapi masih tetap mengunyah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN