Liburan semester adalah saat-saat yang paling ditunggu olehnya. Dia menunggu sebuah panggilan dari perusahaan yang dia lamar beberapa hari yang lalu. Saphira memainkan ponselnya. Dia hanya diam sambil terus melemparkan ponselnya ke tangan kanan dan ke tangan kirinya. Dia merasa bosan. Di hari libur ini, dia hanya diam di rumah. Pekerjaan yang dia lamar, masih belum juga mendapatkan panggilan. Selain itu, dia juga tidak bisa pulang ke rumahnya. Dia sudah bertekad untuk tidak lagi pulang sebelum dia lulus kuliah. Ada kehampaan yang dia rasakan. Seperti ada ruang kosong yang sudah lama tidak pernah terbuka. Seperti ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. Jika dia adalah sebuah gelas, dia seolah hanya terisi setengah penuh saja. Dia menerka-nerka, apa yang kurang dan apa yang hilang dari kese

