Setelah membasuh wajahnya dan anggota tubuhnya, Fiona pergi tidur tetapi dia tidak bisa memejamkan matanya kareka percakapan itu menggema dipikirannya. ‘Apakah Rafael akan bertemu dengan Merry? Apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka benar-benar teman sekelas? Mengapa aku merasa mereka bukan teman sekelas.’ ‘Ada apa denganku? Tidak! Hubungan ini tidak bisa dipertahankan lagi. Dengan siapapun dia, aku tidak peduli!’ Fiona berspekuasi sebelum dia memaksakan matanya untuk tidur. Dia melihat Merry dengan penampilannya yang cantik begitu dia pergi ke ruang tamu besok paginya. Fiona menunjukan sikap seperti biasa saat berkata dengan Merry. “Merry, kau sangat cantik hari ini. Apakah kau pergi menemui seseorang yang penting?” “Iya.” Merry mengangguknya. “Dia sangat penting.” Merry menunjuk

