Tatapan Adit melembut saat dia melihat Elfi yang sedang makan permen. Dia melihat sosok Fiona dalam diri gadis kecil itu. Tetapi Fiona tidak seceria Elfi saat itu. Alis Adit terangkat saat dia berkata, “Kita bisa mengobrol-ngobrol sambil minum teh.” Fiona mengangguk. “Oke.” Keduanya pergi ke taman belakang untuk mengobrol. Adit menyeduh teh untuk Fiona dengan penuh perhatian. “Silahkan diminum.” Fiona menyesapnya sebelum memujinya. “Aromanya sangat menenangkan. Jarang sekali teh ini ada di eropa. Apakah kau memesan teh ini dari Asia?” “Iya.” Adit membenarkan. Dia tidak menyukai teh tetapi dia mempersiapkan ini untuk Fiona begitu dia tahu bahwa Fiona akan berpartisipasi pada kompetisi internasional ini. Dia langsung memesannya secara khusus. Namun Adit tidak mengatakan kebenarannya ja

