Akhirnya, dia menjadi tidak tahan karena sikap Fiona yang mengabaikannya saat ini. Dia berkata, “Mama gak adil deh.” Erdo menoleh ke arah Rafael saat dia mengerutkan keningnya, “Mengapa?” “Kok Erdo aja ni yang di kiss. Papa kan juga mau…” Rafael memelankan suaranya. Fiona memelototinya sebelum dia tertawa, “Memangnya papa itu bayi ya?” “Iya, bayi raksasa…” Erdo mengejeknya saat dia sengaja memeluk Fiona sambil menjulurkan lidahnya. Fiona terkekeh hingga cekikikan. Dia tidak tahu mengapa putranya ini bisa melontarkan komentar seperti itu. Siapa yang mengajarinya untuk mengejek Papanya? “Kau sedang menyetir, aku tidak bisa melakukannya sekarang. Apakah kita tidak bisa menundanya nanti malam?” Fiona berkata dengan senyuman kecil saat dia memandangi suaminya yang manja seperti anak

