Jeffry mencari keberadaan istrinya dan memandang seluruh penjuru tempat diadakannya pesta dansa ini, namun ia tidak melihat istrinya, ketika Jeffry hendak menuju ke belakang, ia melihat istrinya tengah di goda oleh seorang pria, karena Sarena menari di depannya. Jeffry membulatkan mata dan langsung melangkah menghampiri istrinya. Jeffry sangat marah ketika pria itu memegang pinggang Sarena. Jeffry menarik kerah baju pria itu. “Hei, siapa kamu?” “Jangan menyentuhnya,” tekan Jeffry dengan mata membulat dan rahang yang keras. “Siapa kamu? Lepaskan aku.” “Kamu jangan macam-macam, beraninya kamu menyentuh istriku,” kata Jeffry lalu memukuli wajah pria itu. Semua orang berkerumun dan menonton perkelahian itu. “Sepertinya aku mengenalnya.” “Iya. Aku juga merasa tak asing pada pria itu.”

