Sore menunjukkan pukul 4, Sarena hendak ke ruang kerja Kasandra membawa dokumen yang harus di revisi, namun di depan ruangannya ia bertemu dengan Giozan yang saat ini menatapnya haru, Sarena tersenyum dan menatap Giozan juga. Giozan lalu menghambur memeluk Sarena dan berkata, “Kamu apa kabar?” “Aku baik,” jawab Sarena menepuk punggung teman kecilnya itu. “Aku sangat merindukanmu,” lirih Giozan. “Aku khawatir terjadi sesuatu padamu.” Sarena melepaskan pelukan Giozan dan berkata, “Kamu ini kenapa kamu khawatir? Secara aku pergi bersama suamiku.” “Ya aku khawatir saja, ini perasaanku dan bukan perasaanmu,” jawab Giozan lalu kembali memeluk Sarena. “Biarkan seperti ini sebentar saja, aku tidak memiliki energi beberapa hari ini.” Sarena menepuk punggung Giozan. Keduanya lalu duduk di sal

