“Bagaimana kondisimu?” tanya Jeffry melangkah menghampiri istrinya yang saat ini duduk bersandar di kepala ranjang. “Ada yang mau aku bicarakan denganmu,” kata Sarena. “Ada yang mau kamu bicarakan? Bicarakan saja,” angguk Jeffry. “Aku mau kita pisah,” kata Sarena membuat Jeffry membulatkan mata dan menautkan alisnya. Pisah? Cerai maksudnya? Sarena benar-benar kecewa kepadanya. Apa yang harus Jeffry lakukan agar Sarena tidak terluka lagi atas apa yang ia lakukan. Bukan ini yang diinginkannya, ia membalaskan dendam keluarganya bukan untuk jatuh cinta, tapi kenapa ia malah terjebak perasaannya sendiri? Seharusnya Sarena memahami apa yang ia lakukan, walaupun ini menyangkut keluarganya. Jeffry duduk di ruang kerjanya dengan tatapan kosong, bagaimana bisa Sarena dengan semudah itu meminta

