Chapter 31

2102 Kata

            Seperti biasanya, Revan dan Diana menjadi pusat perhatian kembali. Yah, apalagi jika bukan karena berita tadi malam. Meskipun tanpa berita itu pun, mereka sudah menjadi pusat perhatian. Tapi, kali ini, berita itu benar-benar menarik perhatian mereka.             Diana dan Revan tak memperdulikan murid-murid yang tengah mencuri-curi pandang ke arah mereka. Keduanya menyantap siomay mereka dengan tenang. Setiap kali mereka ke kantin bersama, siomay adalah makanan utama mereka. Entahlah, mereka seperti tak bisa melewatkan makan siang tanpa siomay. Mungkin saja karena siomay yang membuat mereka tambah dekat.             “Mereka sepertinya sangat tertarik dengan kita.” kata Revan yang mengunyah batagornya.             “Mereka sudah tertarik dengan kita sedari dulu.” Kata Diana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN