Rossie berjalan menuju lantai 2 rumahnya. Ia berniat menghampiri Jessica yang berada di kamarnya. Ia berjalan menuju kamar Jessica dan Bramasta. Ia ketuk pintu kamar anaknya itu dan membukanya. Rossie menemukan Jessica yang tengah duduk di pinggir Kasur dengan membelakanginya. Jessica menatap kosong ke arah luar rumahnya. Ia tak menoleh maupun menyapa Ibu mertuanya itu. Rossie mendekati menantunya itu dan duduk di sebelahnya. Ia juga menatap ke arah jendela kamar kedua anaknya itu. “Kau tahu, jika kau ada masalah, kau bisa cerita pada ibu.” Ucap Rossie. Jessica tetap diam di tempatnya dan enggan untuk membalas perkataan Ibu mertuanya. “Apa kau masih ingat? Saat pertama kali kau menginjakkan rumah ini, aku tak menyukaimu. B

