"Kau harusnya tetap di rumah sakit. Bagaimana bisa kau memaksa pulang?" Moza terus menggerutu sepanjang jalan sampai mereka tiba di rumah. Dia memapah Darren dibantu oleh salah seorang anak buah suaminya. Sementara Gio sudah lebih dulu kembali menyelidiki apa yang terjadi. Lelaki itu sebenarnya memiliki pekerjaan dadakan. Ada beberapa tugas yang belum diselesaikan. Sekarang, masalah baru juga datang. "Aku sudah baik-baik saja. Dokter bilang tidak ada luka serius. Jangan khawatir." Darren berusaha berjalan sendiri dengan kakinya yang sedikit tertarih. Sakit, orang-orang itu berniat mematahkan kakinya. "Tapi wajahmu. Kepalamu juga sakit 'kan?" "Tidak terlalu. Aku sepertinya melihat seseorang. Wanita jahat yang bermain bersama Papa. Dia ibu tiriku. Dia mencelakaiku saat sedang mengendar

