Cukup Kau Bahagia

1288 Kata

Cup. Cup. Cup. Tiga kali kecupan mendarat di bibir Darren yang kini tengah tertidur pulas. Orang yang melakukannya adalah Moza yang saat ini terus tersenyum sambil menatap lelaki itu. Dia memainkan tubuh Darren yang tak terbalut sehelai benang pun. Suaminya tertidur sangat nyenyak. Lelaki itu pasti sangat kelelahan semalam. Itu momen yang memalukan sekaligus menyenangkan untuknya. Moza terkikik pelan dengan wajah memerah saat teringat Darren mengucap cinta beberapa kali. Dia merasa kebahagiaannya berlipat-lipat. Moza sangat senang luar biasa. Dia tidak tahu bagaimana caranya menggambarkan suasana hatinya saat ini. Semuanya terlalu sempurna. Kadang, kesempurnaan itu juga membuatnya takut. Moza harap, Darren akan terus mencintainya dan tidak berpaling darinya. Tidak seperti Vano. "Moza

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN