Darren menuangkan wine ke dalam gelas, sambil menatap pemandangan malam lewat jendela. Dia tidak bisa memejamkan mata setelah pulang dari pesta. Tentu saja setelah apa yang dia lihat masih tetap sama. Tangannya terulur memegang d**a, Darren merasakan sesak di sana. Sakitnya masih sangat terasa dan itu membuatnya hampir membanting gelas di tangannya. Namun untunglah, dia masih bisa menahan diri dan memilih duduk di pinggir ranjang. Menyimpan gelas di nakas seraya menutup wajahnya. Darren tidak bisa meminta waktu untuk mengulang kembali masa lalu. Begitu pun dengan kehidupan masa lalunya yang sudah tak lagi bisa diubah. Semua sudah terjadi dan inilah nasibnya. Menyedihkan. Darren berusaha tenang dan memutuskan untuk melangkah keluar. Entah mengapa, kamarnya tiba-tiba terasa begitu sesak. K

