Keputusan

1125 Kata

Pagi itu, adalah pagi yang menjadi awal sangat menyenangkan begitu dia membuka mata. Moza tak henti-hentinya tersenyum memandangi wajah suaminya yang masih terlelap di sampingnya. Selimut tipis, kini dia tarik untuk menutupi tubuh telanjang di baliknya. Sungguh malam yang mengesankan. Moza tahu dia bodoh. Sangat amat bodoh saat Vano memintanya, dia memberikan dirinya begitu saja dengan sukarela. Setelah lelaki itu menyakitinya dan bahkan tidur dengan wanita lain, dia malah luluh oleh sikap manis yang ditunjukkan Vano semalam. Moza menyangga kepalanya dengan salah satu tangan. Dia memerhatikan wajah suaminya dengan lekat dan tangannya mulai terulur menyentuh beberapa lebam di sana. Pasti sakit. Vano dipukuli sampai seperti ini. Moza merasa kasihan melihatnya. Dia tidak tega dengan keadaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN