12 tahun yang lalu.. Matahari sudah muncul, ia menyaksikan keindahan itu dengan Edgar yang tertidur di pangkuannya. Janji untuk melihat sunrise setelah percintaan mereka tak bisa ditepati Edgar karena ia terlanjur mengantuk. Buat Edna tak apa-apa, biarlah Edgar tak tahu begaimana cantiknya bola panas itu ketika baru bangun dan bergulir menjatahkan sinarnya untuk mereka. Menyinari bumi dan segala isinya, menghangatkan hati siapapun dengan warnanya yang cantik dan lembut. Edgar tak perlu tahu jika Edna menitipkan keselamatan dan kebahagiaan untuk pemuda itu kepada sang mentari pagi. Ia berharap Edgar menemukan seseorang kelak yang bisa membuatnya tersenyum sepanjang hari, seseorang yang pasti bukan dirinya. “I’m sorry” sekuat tenaga di tahannya kesedihan yang tiba-tiba menghinggap. Deng

