Bab 34 Selesai sarapan, aku ke kamar menghubungi Pak Saleh untuk mengecek perkembangan toko, sekaligus ingin tahu keadaan Reta di sana. Katanya, mulai kemarin Reta tidak terlihat di toko, kedua karyawannya pun tak ada yang tahu sebab ketiadaan gadis tegas itu. Perasaanku mulai tak enak, apa mungkin ada sangkut paut dengan pernikahan dadakan ini? Rasa bersalah mulai mendera, sepertinya keputusan tergesa kemarin adalah piliihan kurang tepat. Aku menekan pelipis yang mulai berdenyut lagi, entah kenapa bagian itu selalu sakit jika berpikir keras apalagi saat pusing. Aku berpindah ke tempat tidur saat pesan Marta masuk, kupastikan curhatannya akan panjang. Jadi, mengambil posisi nyaman sekalian menghubungi langsung saja. “Mas Rio masih belum pulang, apa aku ke rumahnya saja, ya?” ucap Mar

