Rahang Dafi mengetat kuat, gemelatukkan gigi nya terdengar nyaring, kini tatapan lelaki itu bukan hanya tajam namun juga menggelap. Raxel yang melihat perubahaan wajah Dafi semakin tersenyum jahat, dia masih sangat dendam akan apa yang sudah Alin lakukan padanya sebagai mahasiswa tenar disana dia merasa harga dirinya anjlok hanya karena Alin menolak cinta nya padahal mahasiswi lain bahkan dengan suka rela menyerahkan seluruh tubuh nya kepada Raxel dia tidak suka di tolak apalagi oleh gadis kecil sok cantik seperti Alin, dendam Raxel sudah mendarah daging. Melihat Dafi yang menahan emosi memuncakkan tujuan Raxel untuk memanas-manas i nya "lo itu pengusaha kaya terkenal, lo bisa dapetin cewek yang lebih dan lebih lagi dari pada cewek di samping lo itu" kata Raxel tanpa takut sama sekali

