Mendengar gelak tawa dari ruang tengah--seperti seseorang yang tengah mengobrol hal-hal yang menggelikan perut, mengisi setiap sudut ruangan--Adam melangkah lebar menuju sumber suara dengan tangan terkepal dan rahang yang sudah mengeras. Benar saja dugaannya. Siapa lagi yang sedang tertawa di sana kalau bukan Ilyash dan Zafina?! Apa yang mereka obrolkan hingga tertawa lepas seperti tadi? Bahkan Adam tidak pernah menemui momen di mana Zafina tertawa lebar bersamanya sambil memegangi perut. Kedatangan Adam membuat tawa Zafina dan Ilyash hilang tertelan angin. Hanya terdengar suara dari telivisi yang masih menyala. Ilyash dapat melihat tatapan tajam serta rahang yang mengeras itu, namun tetap berusaha santai seolah sedang tidak terjadi apapun di antara mereka. Ilyash kembali mendekatkan

