Bab 34. Repot Menahan

1101 Kata

Kulihat sikap Tamara berubah menjadi salah tingkah. Ia tak bisa mengelak lagi. Rekaman CCTV itu sudah sangat jelas. Aku ingin tahu, apa jawaban Tamara dari pertanyaanku. Apakah ia akan menjawab jujur atau berbohong. Aku benar-benar tak menyangka kalau sikap Tamara berubah sejauh ini. "Tamara? Kenapa kamu diam? Apa kamu punya niat buruk padaku, Tam?" Aku tak bisa menahan emosi dalam diri. Suaraku meninggi karena tak tahan melihat sikap Tamara yang setiap hari semakin membuatku kecewa dan marah. "Sekarang kamu berani membentakku, May? Berani menuduhku yang bukan-bukan? Di mana hati dan pikiranmu, May?" Lho kok? Malah Tamara yang sewot dan marah. Dia yang salah, kenapa dia yang marah. "Aku membentakmu karena sikapmu yang udah lancang masuk ruanganku! Kenapa denganmu, Tamara? Aku bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN