Cassie seketika menjatuhkan es krim yang dibawanya ketika seorang pria paruh baya menghampiri putri kecilnya. Kakinya terasa benar-benar kaku, melihat orang yang sudah hampir enam belas tahun tak dilihatnya. "Terima kasih, Kakek," ujar Sandy sambil meraih bola dari tangan pria yang berlutut mensejajarkan tubuh dengan dirinya. Pria itu tersenyum tipis sambil membelai rambut Sandy. "Kau cantik sekali. Matamu mengingatkanku pada seseorang." "Benarkah? Orang-orang bilang aku mirip ibuku," tanya Sandy sambil tersenyum. "Lalu, di mana ibumu?" tanya pria paruh baya itu. Iris coklat keemasan Sandy mulai berkeliling mencari sosok yang dimaksud. "Ah, itu dia," jawabnya tak lama kemudian sambil menunjuk seseorang. Melihat sang adik bersama pria asing, Sammy segera menghampiri adiknya. Setelah i

