BAB 19 “GUE denger lo ama Ratu udah enggak ada perang dingin lagi?” Adrian mencebik kesal karena Roland sekarang sudah masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu sedikit pun. Adrian yang tadinya tengah sibuk dengan ponselnya sekarang melirik pada Roland. “Dapat gosip dari mana, Kak?” cebik Adrian. Ia sekarang beralih duduk di atas kasurnya. Roland tertawa kecil dan menjitak kepala Adrian sampai adik lelakinya itu meringis kesakitan. Adrian melotot atas ketidak terimaannya akan perlakuan kasar Roland. Roland tidak peduli, ia tertawa geli. “Lah, nggak berubah galak elu. Gue kira lo udah berubah, makanya manis gitu ama Ratu.” Adrian menggeleng, Roland memberinya tatapan selidik, semuanya juga tahu kalau Adrian beda sekali dengan Ardhan kalau persoal percintaan. Kalau bad boy, enggak beda jau

