"K-kak Kelvin.." Jantung Bian seperti akan copot saat mendapati sosok Kelvin dihadapanya. Antara percaya tidak percaya akan kebenaran pengelihatanya Bian sempat ragu bahwa sosok Kelvin yang ada di hadapannya itu nyata, namun rasa sakit akibat cengkraman Kevin yang terasa ditanganya sangat nyata dan menyadarkan Bian bahwa sosok itu benar-benar Kelvin kakaknya. Tapi kenapa kakaknya bisa ada di sini? dan dari mana kakaknya itu tau Bian ada di sini? Dengan tatapan dingin dan wajah penuh amarah Bian tau bencana pasti akan segera datang dan riwayatnya akan tamat. Kakaknya ini pasti akan mengamuk. Entah itu di sini atau di rumah. "Ayo pulang!" Perintah Kelvin seraya menarik lengan Bian. "Ta.. tapi, Kak.." Bian berusaha melepaskan cekalan tangan Kelvin, Dia ingin memberi penjelasan pada kakakny

