Cafe "Sebatas Rasa" —menyambut kedatangannya. Pria itu keluar dari mobilnya setelah selesai mengangkat telepon dari seseorang. Karen, datang kembali ke kedai kopi yang pernah dirinya kunjungi beberapa Minggu lalu. Sayangnya, cafe ini kembali sepi karena kalah saing dengan adanya beberapa kedai kopi dengan brand terkenal membuka cabangnya di dekat sana. Ternyata pengaruh seorang Karen hanyalah sementara. Ya, mau bagaimanapun caranya menawarkan produk, jika sudah menyangkut brand—semuanya seakan sia-sia. Setidaknya itu yang seringkali terjadi di lapangan dan Karen sendiri melihatnya secara langsung dengan perkembangan di perusahaan kedua orang tuanya. Ngomong-ngomong tentang alasan kedatangannya kembali, bukan untuk kembali memposting kedatangannya kesini. Namun untuk sekedar mencari keten

