JENGGALA SENJA : Walikota yang Hilang

1026 Kata
Seminggu sebelumnya... Keadaan kota Candala, sedang tidak baik-baik saja. Beberapa media pun mengabarkan bahwasanya walikota mereka telah menghilang beberapa hari sebelumnya. Namun belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah tentang kabar 'Walikota yang hilang' itu. Kabar simpang siur itu semakin berhembus kuat, membuat ketakutan rakyat karena kehilangan sosok pemimpin yang dikhawatirkan akan menimbulkan masalah serius. Walaupun sudah berusaha untuk ditutup-tutupi, media lebih pintar untuk mengorek berita tentang kabar yang beberapa hari ini begitu santer dikabarkan. Beberapa staff di gedung walikota pun akhirnya angkat bicara. Mereka mengadakan konferensi pers dadakan di depan gedung walikota dengan penjagaan yang ketat. Banyak sekali mobil-mobil dengan logo stasiun televisi masing-masing berjajar rapi di halaman. Mereka mendatangkan wartawan-wartawan andalan mereka untuk meliput berita yang sedang hangat-hangatnya diberitakan. Bahkan presiden pun ikut turun tangan dalam upaya menyelesaikan masalah yang membuat masyarakat merasa khawatir. Pria-pria ber- jas hitam berjajar rapi disamping mimbar, mengamankan tempat konferensi pers agat terhindar dari beberapa hal yang tentunya tak diinginkan. Lalu tidak lama, muncul beberapa staff pemerintahan dari dalam gedung diikuti oleh seorang wanita paruh baya yang berwajah lesu sedang digandeng oleh salah satu pria ber- jas hitam lainnya. Mereka berjajar di belakang mimbar dengan menatap ke arah wartawan yang siap mengambil gambar dan meliput konferensi pers secara live pada seluruh stasiun televisi swasta. Salah satu wanita berambut pendek mendekat ke arah microphone dan memulai konferensi pers tersebut dengan berita yang mengejutkan publik. "Saya tidak akan menggunakan sambutan dalam acara konferensi pers hari ini, karena mengingat bahwasanya informasi ini sangat penting dan juga ber- hak untuk diketahui oleh seluruh rakyat kota Candala." Ucap wanita itu dengan sangat tegas. Berlin, nama wanita itu yang terlihat jelas di name tag di da-danya. Wanita itu menatap seluruh wartawan yang sepertinya sudah tidak sabar untuk memberikannya pertanyaan. Terlihat jelas di wajah mereka, menahan diri untuk mencerca pemerintah tentang kabar yang akan disampaikan oleh Berlin selanjutnya. Wanita itu menghela napas panjang dengan menatap seluruh wartawan yang berada di depannya, "tepatnya pada tanggal sepuluh lalu, walikota kota Candala dinyatakan menghilang. Kami sedang berusaha melakukan pencarian dengan mengerahkan seluruh badan keamanan, polisi, badan intelijen, pasukan khusus, prajurit terlatih, dan beberapa relawan yang paham di bidang IT maupun dalam bidang penanganan masalah nasional dan internasional." Semua orang bertanya-tanya tentang bagaimana mungkin seorang pejabat bisa menghilang begitu saja. Apalagi kenyataan bahwa orang itu adalah orang nomor satu di kota Candala, ibu kota Alcantra sendiri—menghilang tanpa jejak. Sebelum wartawan ikut berkomentar dan bertanya, Berlin dengan staff pemerintahan yang lain pun langsung masuk kembali tanpa mengatakan apapun lagi. Konferensi pers singkat itu selesai dengan membawa tanda tanya bagi banyak pihak. Sosial media ramai dengan banyak sekali komentar tentang pemerintah dan cara kerja pengawal yang berada di kediaman sang Walikota. Bahkan ada yang menganggap bahwa semua itu hanya konspirasi pemerintah saja untuk pengalihan isu. Ada juga yang menganggap hanya semua itu hanya sekedar setting- an. Akun-akun anonim pun bermunculan, saling memberikan tanggapan dengan berita yang baru saja mereka dengar. Blackwhite_ semua itu pasti sudah direncanakan. Mana mungkin ada orang yang bisa menembus dinding rumah seorang Walikota tanpa ada pemeriksaan sama sekali dari para pengawalnya. CandalaCantikku_ aku berpikir bahwa Walikota kita sedang duduk tenang sambil menonton tayangan ini. SiBodoh_ bukankah aneh jika seorang Walikota yang dijaga banyak pengawal di rumahnya dinyatakan menghilang? Mana mungkin tidak ada satu pun pengawal yang melihat kemana perginya Walikota itu. KonspirasiGila_ aku tidak percaya pada pemerintah. Mereka bisa saja membuat pemberitaan bodoh setiap harinya tanpa memikirkan perasaan rakyat. Lagipula untuk apa mencari Walikota yang sudah berlaku tidak adil kepada rakyatnya. Aku senang Walikota itu hilang! Semoga segera melakukan pemilihan umum. BukanAku_ jika pun hilang tanpa jejak, bukankah seharusnya kita mencurigai orang terdekat Pak Walikota? MerahMuda_ tenang saja! Pasti Pak Walikota akan muncul sebentar lagi. Dia hanya sedang bersembunyi untuk memberikan kita kejutan pemungutan pajak yang 20% lebih banyak dari pajak tahun lalu. Bukankah itu cara kerja pemerintahan kota Candala? AntiPemerintah_ inikah yang kita namakan "The Beautiful Candala"? Kota Candala kita tidak pantas dijadikan ibu kota negara Alcantra. Berlin menutup pintunya dengan kencang, dia merasa sangat kesal dengan sikap para wartawan yang masih berada di depan gedung ini. Jika tidak memikirkan citranya yang akan rusak apabila melawan, pasti sudah dia dorong wartawan yang dianggapnya cerewet tadi. "Hah," kaget wanita itu saat melihat seorang pria tengah duduk di kursi kerjanya. "Gestar! Apa yang sedang kau lakukan di sini? Mommy sudah memberitahumu sebelumnya untuk tidak masuk ke ruangan ini tanpa ijin Mommy!" Sambung Berlin dengan nada kesal kepada pria yang dia panggil, Gestar. Gestar beranjak dari duduknya dan menatap Berlin, "aku ingin membeli mobil baru. Bulan depan aku ulang tahun, jadi aku akan meminta mobil sebagai hadiahnya." "Kita bisa membicarakan ini nanti! Kau tidak tahu tempat sekali." Ucap Berlin yang mendorong anaknya itu untuk keluar dari ruangannya. "Kau pergi dari sini! Kita bahas di rumah." Sambung Berlin gemas. Gestar menggeleng cepat, "mobil ini dibuat limited edition, hanya ada lima di seluruh negara, Mom. Ayolah, aku akan segera pulang jika Mommy berjanji akan memesankan satu untukku. Katanya Mommy punya rekan yang bisa membantuku untuk mendapatkannya. Hubungi dia dan pesankan untukku. Oke?" "No! Apa tidak cukup koleksi mobil yang tidak pernah kau pakai itu. Toh, mau membeli sebanyak apapun, akan menjadi rongsokan nantinya. Jangan menghambur-hamburkan uang dan belajarlah berhemat! Kau masih muda tapi boros sekali! Pergilah! Mommy sedang pusing." Usirnya kepada Gestar yang tetap keukeuh berada di sana. Gestar berpikir sejenak, "bagaimana kalau aku membantu mencarikan Walikota Bodoh itu?" "Jaga ucapanmu di sini!" Bentak Berlin. Gestar menghela napas panjangnya dan tersenyum sinis, "bagaimana tawaranku? Jika ini berhasil, aku akan mendapatkan mobil baru dan Mommy akan mendapatkan simpati rakyat. Mungkin setelah itu Rakyat akan memihak pada Mommy dan tidak menutup kemungkinan bahwa Mommy akan memenangkan pemilu beberapa tahun ke depan atau bisa jadi secepatnya." Berlin berpikir sejenak. Sebenarnya apa yang dikatakan Gestar memang ada benarnya. "Bukankah lebih baik kalau Walikota itu hilang? Setidaknya dia tidak lagi meminta rakyat membayar pajak dengan biaya yang sangat tidak manusiawi." Sambung Gestar. "Kau serius akan membantu Mommy dalam kasus ini?" Tanya Berlin yang diangguki dengan cepat oleh Gestar. "Asalkan aku bisa mendapatkan mobil itu, kenapa tidak?" Berlin mengangguk, "kau juga harus diam! Rahasiakan misi kita dan kau akan mendapatkan mobil itu. Deal?" "Deal!" ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN