Sesampainya di ruangan jaksa, Murat mendudukkan Emily di sofa lalu mengambilkan air minum yang ada di meja kerja jaksa wanita itu. "Silakan diminum dulu, Nona Emily!" ujar Murat sembari memberikan gelas air mineral itu ke tangan Emily. Emily meminumnya setengah gelas lalu dia berkata, "Murat, pindahkan mejamu ke depan pintu ruanganku. Kunci pintu kantorku setelah kamu pulang kerja. Ada beberapa hal yang membuatku kuatir belakangan ini dengan orang-orang misterius yang menyusup ke tempatku." Sesaat Murat terdiam mencerna perintah dari atasannya itu. Kemudian ia paham dan menjawab, "Baik, segera saya laksanakan, Nona Emily. Profesi Anda sangat rawan ancaman dan serangan. Saya bertanya-tanya dimana kedua ajudan Anda saat ini, kenapa mereka tidak tampak di persidangan tadi?" "Ohh, kau bena

