Bertemu Mahluk Dunia Lain

771 Kata
Sesampainya di kamar, ia langsung rebahan dan tidak butuh waktu yang lama ia pun mulai tertidur. Setelah memasuki alam bawah sadarnya, ia mendengar suara bola besi itu berbicara kepadanya. Bola tersebut memberitahu kan bahwa ada beberapa orang sedang mengawasi rumahnya dan mengintai sesuatu, mereka pun meletakan beberapa kamera tersembunyi untuk mengintai seluruh aktifitas yang biasa ia lakukan di rumah ini. Namun bola besi itu memberitahu pada ipul didalam mimpinya, bahwa semua akan ia bereskan secepatnya. Mereka tidak akan pernah tahu dan dapat melihat apapun aktivitas yang dilakukannya rumah itu. Sebelum bola besi itu menghilang dari mimpinya, ia berpesan untuk merahasiakan mimpi ini. Dan meminta Ipul untuk berhati-hati dengan empat orang yang baru ia kenal itu. Lalu kemudian dia berkata lagi, [Setelah keadaan benar-benar aman barulah ia akan keluar untuk menunjukan wujudnya, Tunggulah itu]. Dengan perlahan-lahan ia pun menghilang dari alam bawah sadar Ipul saat itu. Dua hari telah berlalu, namun kondisi tubuh Ipul masih belum normal. Ia merasa kondisi tubuhnya masih tetap sama seperti kemarin. Ketika ia ingin mulai untuk tidur dimalam itu, tiba-tiba badannya serasa tidak dapat di gerakan dan ia duduk seperti membatu diatas tempat tidurnya. Tak lama kemudian sebongkah cahaya terang berbentuk bola secara perlahan keluar dari tubuhnya kemudian berkata “Sekarang sudah aman dan sudah saatnya keluar dari persembunyian ini.” Ujar bola besi Setelah membuka matanya, Ipul melihat bola besi bercahaya yang biasa ia lihat dalam mimpinya itu tergeletak di atas tempat tidurnya. Bola itu sebesar bola sepak yang biasa dipakai untuk bermain sepak bola. Dengan perlahan cahaya di bola itu mulai meredup, dan perlahan-lahan lelah di tubuhnya pun menghilang. Ia pun merasa tubuhnya kembali bugar, dan rasanya tidak seperti kemarin. Setelah cahaya bola besi tadi menghilang, tiba-tiba pada permukaan bola tersebut terlihat seperti pintu yang perlahan mulai terbuka. Dengan langkah pelan keluar seekor mahluk kecil, yang seluruh tubuhnya ditutupi bulu berwarna putih berbentuk kera dari dalam bola besi tadi. Tak lama kemudian, tubuh mahluk kecil tadi terlihat semakin membesar menjadi seukuran anak kera pada umumnya. namun d**a, dan bagian perutnya seperti dilapisi logam. Setelah ia berubah ke mode sempurna tubuhnya, ia pun langsung memperkenalkan dirinya kepada Ipul yang masih tepat duduk di hadapannya. Dengan gaya duduk yang ia tiru dari ipul, ia pun mulai berbicara. “Perkenalkan tuanku, aku adalah salah satu ras bangsa AppeX dari dunia lain, yang mungkin saat ini hanya tinggal aku satu-satunya yang tersisa.” “Nama ku App zero tuan, senang bisa berkenalan dengan anda.” “Aku juga minta maaf, karna telah lancang menggunakan energi yang ada di tubuh anda untuk menyembunyikan keberadaan ku selama ini.” “Sekarang anda tidak perlu khawatir lagi karna aku sudah tidak perlu menyembunyikan keberadaan ku lagi disini.” ”Sekali lagi maafkan aku tuanku.” jelas App0 sembari memperkenalkan dirinya dan meminta maaf. Merasa terkejut dengan kalimat tuanku, Ipul pun memotong penjelasannya, “Tu tu tunggu dulu, apa yang kau maksud dengan tuanku itu.?" Tanya Ipul dengan bingung. “Karna kau telah menyelamatkan dan menjaga semua informasi tentang keberadaan ku di sini. maka dari itu aku tanpa ada unsur paksaan akan menjadi bawahan yang akan membantu mu kelak.” “Dan aku akan selalu melaksanakan apa yang tuanku perintahkan.!” Jelas App0 meyakinkan. “ehh nanti dulu, aku kan belum mengatakan bersedia menjadi tuanmu, jadi tak perlu mengatakan perkataan itu.!” Bantah Ipul dengan rasa tidak enak dalam hatinya. Kemudian Ipul mulai menjelaskan maksudnya itu. “Jadi begini ya App0, aku maunya kamu itu bukan jadi bawahanku. Melainkan menjadi teman ku ya.” “Jadi tidak ada lagi sebutan tuanku untuk ku ya, ingat tu App0.!" Tegas Ipul. “Kamu cukup panggil aku Ipul, dan aku cukup memanggilmu dengan Apo saja.! Gimana bagus kan.?” Jelas Ipul sembari bertanya. “Baiklah Empul. Dimengerti.” Jelas App0 sembari tersenyum seolah mengejek. “Ehmm Empul ya ? Boleh juga.!” “Jadi kamu Apo dan aku Empul ya.? Deal.!” Tegas Ipul dengan setuju. “Oke deal.!” Timpal App0 juga setuju. Kemudian mereka pun melanjutkan obrolan sehingga mereka lebih mengenal satu sama lain. Tanpa terasa Obrolan mereka sudah mencapai waktu tengah malam. Karna mereka sama-sama merasa mengantuk, lalu mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan cerita mereka lagi besok. Keesokkan harinya setelah mereka melakukan semua aktifitas rutinnya, mereka pun melanjutkan mendengarkan cerita mereka masing-masing dan ditutup dengan rasa ngantuk lagi. Hari-hari pun berlalu dengan keakraban mereka yang seperti tidak ada lagi kesenjangan diantara ke dua makluk yang tadinya berbeda ras itu, mereka saling membantu satu sama lain untuk berkembang dan menuju tujuan mereka kedepannya. Tidak terasa satu bulan telah berlalu sejak mereka saling bertemu, kini mereka telah sepakat untuk satu tujuan mereka yaitu ilmu penelitian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN