Memeluk Raja

1815 Kata

Disa dan Raja masih menikmati momen kebersamaan itu hingga makanan dan minuman mereka pun habis tidak bersisa. Sementara hujan masih turun dengan lebatnya, seakan enggan untuk berhenti. Jangankan berhenti, mengurangi kapasitas air dan kecepatannya turunnya saja, sepertinya mustahil. “Disa, aku sangat senang bisa menikmati kopi ini bersamamu di sini.” Raja menatap Disa dengan tatapan yang tidak biasa. “Aku juga, Kak. Terima kasih sudah mengajakku menikmati cokelat panas di sini.” Raja tersenyum dan berusaha mengalihkan pandangannya karena semakin lama menatap Disa, maka akan membuat hatinya semakin membara. “Kak Raja, sebelumnya Disa minta maaf lo. Tapi apakah bisa kita pulang sekarang? Disa takut mami khawatir karena tadi Disa sudah katakan akan segera pulang.” “Ohiya ... mau pulang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN