Jonas sudah keluar dari ruang ICU seraya menyeka air matanya yang sudah tumpah ruah. Sebelum pergi untuk menunaikan janjinya pada Richard tadi, Jonas menemui ke dua orang tua Richard dulu untuk berpamitan. “Jo, sudah selesai mengunjungi Richard? Bagaimana, apa ada perkembangan?” tanya Mala seraya menyeka air matanya. Jonas menggeleng, “Belum ada, Tante. Jo minta maaf karena tidak bisa berbuat banyak untuk Richard. Jujur saja, Jo tidak tahan melihat kondisi Richard yang demikian.” Jonas tertunduk lemah. “Iya … om dan tante juga tidak sanggup, tapi mau gimana?” Jonas mengangguk lemah, “Oiya, Jo izin mau keluar sebentar. Jo ingin menemui seseorang. Siapa tahu kalau bertemu dengan beliau ini, Richard bisa kembali pulih. Setidaknya punya semangat hidup lagi.” “sSiapa maksud kamu, Jo? Apa D

