Kemesraan Jomanda

1739 Kata

Waktu sudah menunjukkan pukul empat lewat empat puluh tujuh pagi. Azan sudah berkumandang lewat ponsel Jonas dan pria itu pun segera terjaga karenanya. Ia duduk lalu mengucek matanya sesaat. Baru kali ini ia tidur di atas tempat keras dan tidak nyaman yang membuat tubuhnya sedikit sakit. Bagaimana tidak, Jonas terpaksa tidur di kursi tunggu di depan ruang ICU yang terbuat dari besi putih. Beruntung, ayahanda Richard menyiapkan bantal dan selimut di dalam mobil mereka untuk diberikan kepada Jonas. Kalau tidak, mungkin leher Richard sudah ngilu karena tidak ditopang dengan baik oleh benda yang empuk. Namun walau demikian, Jonas masih tetap dapat menikmati tidurnya dengan nyaman karena ia benar-benar terlelap tanpa terjaga semalam. Beruntung, suster di ruang IGD pun tidak mengusik ketenanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN