BAB – 26

1845 Kata

Sejenak, suasana teras rumah Iman hening. Ayah Amanda itu terdiam, begitu juga Amanda dan ibunya juga tidak ikut berkomentar. Amanda dan ibunya masih asyik mengemasi dagangan hingga senja pun semakin larut. “Maaf, Pak. Mungkin apa yang saya sampaikan ini tidak berkenan di hati anda. Akan tetapi, saya serius dengan pernyataan saya. Saya menyukai Amanda dan saya tidak ingin berpacaran terlalu lama. Takut nanti tidak kerkontrol, Pak.” Jonas blak-blakan. Ucapannya semakin membuat Iman terdiam. Iman masih bengong. Bahkan pria itu belum menyentuh sama sekali minuman yang sudah dibuatkan Amanda untuknya. Apa yang terjadi saat ini seakan mimpi saja bagi pria itu, sebab selama ini ia tidak pernah tahu jika putrinya menjalin hubungan dengan seorang pria. Tidak lama, azan maghrib pun berkumandang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN