24

1495 Kata

24  Dengan langkah mengambang, Kejora bergabung di meja makan bersama Naina dan Bintang. Kejora masih membingungkan dirinya yang tiba-tiba berpindah tempat. Apa ia mengigau lagi dengan berjalan ke kamar sambil tidur? Tapi kalau memang begitu, masa iya sempat-sempatnya ia merapikan alat-alat tulisnya terlebih dahulu sebelum berpindah? Kan tidak mungkin. Tapi... Ah, sudahlah! “Kenapa lo? Linglung gitu, kayak nenek-nenek,” celetuk Bintang, yang seperti biasanya tidak pernah disaring dulu kalau untuk Kejora. Naina tertawa kecil. Memandangi layar ponselnya, sambil sesekali menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya. Membuat Bintang yang memerhatikannya jadi keheranan sendiri. “Ini lagi pada kenapa, sih? Aneh begini!” protesnya. “Mama liatin apa, sih? Coba sini Bintang mau liat.” “Yakin kamu ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN