Mentari mulai menyengat, suasana mulai tidak nyaman lagi untuk berbincang di taman. Keempat insan yang tadinya asyik bercengkerama di bangku taman dekat kandang burung merpati putih pun membubarkan diri. Selesai membersihkan diri Alpha hendak menemui Jingga kembali, ada hal penting yang ingin dibicarakannya sejak di taman tadi namun terjeda dengan bincang-bincang lainnya. Pemuda itu mengetuk pintu kamar yang ditempati oleh kekasihnya itu. “Hai, Kak,” sapa gadis itu sesaat dia membuka daun pintu kamarnya, tidak lupa sebuah senyuman melengkapi kalimatnya. “Kamu sudah siap?” “Sudah siap? Mau ke mana kita memangnya?” “Enggak, maksudku ... sebenarnya ... ” “Apa sih, Kak? Mengapa jadi grogi seperti itu.” ledek Jingga yang disambut tertawa Alpha. “Aku ingin ajak kamu bincang-bincang, su

