Alpha melirik jam dinding di ruang rapat, sudah jam 12 lewat 1 menit. Rapat dengan para direktur di-skors sampai besok karena masih ada hal-hal yang harus dibahas dengan detil oleh mereka. Sebagai pemegang kebijakan sebenarnya bisa saja dia meminta mereka untuk rapat terus sampai selesai, bisa sampai sore bahkan malam. Hal itu tidak dilakukannya karena dia tak mau merampas hak istirahat mereka. Para direktur itu satu persatu keluar dari ruang rapat setelah Alpha mengizinkan mereka. Kini tersisa hanya ada Alpha dan Mey di ruangan tersebut. “Jingga di mana, Mey?” tanya Sang CEO. “Seperti yang Abang minta tadi, aku memintanya untuk menunggu di ruangan Abang,” jelas sekretaris itu. “Okey, nice. Kamu sekarang boleh istirahat dulu, Mey.” “Terima kasih, Bang. Aku belum bisa istirahat jika Ab

