Kegalauan Sang CEO

1125 Kata

Waktu menunjukkan jam 08.45 WIB. Alpha masih duduk memandangi ponselnya, nampaknya dia masih menunggu telepon atau pesan masuk ke gadget-nya dari Jingga. Namun hal itu tidak pernah terjadi, pemuda itu menghela napas panjang sambil bergumam lirih. “Kamu kemana sih, Sayang? Aku merindukan suaramu di telingaku. Ayolah berikanlah aku semangat di pagi ini.” Alpha menghela napas panjang lagi seraya menatap jam dinding yang ada di hadapannya. Ada sebuah pertanyaan hadir di benaknya, mengapa perasaannya menjadi membabi buta seperti ini kepada gadis itu? Apakah mungkin ini dikarenakan hatinya benar-benar terpaut kepada Jingga? Alpha meraih gadget-nya yang sejak tadi tergeletak pasrah di atas meja kerjanya. Dari pada kian banyak pertanyaan di benaknya, akhirnya Alpha memutuskan dia saja yang men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN