Alpha meraih ponselnya yang diletakkan di atas meja, dia segera mengangkat panggilan video itu. benaknya berkata jika anak Uncle Jose itu sampai menelepon, biasanya ada hal besar yang ingin disampaiakannya. Jika hanya ‘say hello’ biasanya dia hanya sekadar chat saja. Sesosok gadis cantik dengan rambut pirang muncul di layar gadget pemuda itu, dia tersenyum lebar sesaat panggilan itu tersambung dengan Alpha. “¡Hola![1],” katanya dari ujung sana. “¡Hola!, Vi.” Alpha membalas sapaan itu dengan senyum. Pemuda itu selalu gembira saat gadis dari Kolombia itu menelepon. “¿Cómo estás?[2]," sambung gadis itu. "Bien, gracias[3], Kamu apa kabar?” Alpha membalas pertanyaan itu masih dengan senyum di wajahnya. “Aku baik-baik saja, Papa kamu sehat, Pha?” “Sehat, Papa sehat, Vi.” “Syukurlah, I’m

