Jefri terdiam di sana, memandang Ajeng yang masih tertidur dengan pulas, dirinya tadi sudah membahas bahagaimana kelanjutan kehiduannya bersama bersam dengan Ajeng bersama Mahen, Jefri jelas berniat untuk memboyong Nanda ke Belanda, bagaimana bisa Jefri dengan tenang meninggalkan adiknya itu di sini, jelas tidak mungkin. “Tapi gimana sama Bunda lo, kalau lo bawa Ajeng ke Belanda?” Benar, Jefri hampir saja lupa kalau ia memiliki Bunda, jujur saja, bahkan sampai detik ini Bundanya sama sekali tidak tahu kalau Jefri sudah berada di Indonesia, Bundanya juga tidak tahu bagaimana keadaan Ajeng, mereka berdua, berempat – bersama dengan Mahen dan juga Nanda sepakat untuk tidak mengabari bundanya, hari dimana Ajeng masuk rumah sakit, Mahen memang menelpon Bundanya Jefri, mengatakan semuanya, kala
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


