Wajah Tony memerah, bibirnya membentuk sedikit senyuman, “Kita menikah saja yu.” Apa aku salah dengar? Apa dia tengah bercanda? Apa aku berhalusinasi. Tubuhku membeku untuk sesaat, wajahku mundur seketika, “Enggak lucu.” Protesku menyembunyikan kegugupan. Rasanya enggak lucu dia menggodaku dengan kata-kata aneh yang tidak pernah dia ucapkan satu kalipun. Mulut Tony berputar tampak tidak senang dengan ucapanku. Aku bangkit dengan cepat ketika mendengar pesanan cumi dan iga bakar kami sudah matang. Aku segera pergi untuk membayar dan memilih membungkus makanan kami. Entah kenapa aku merasa gugup sekarang, kata-katanya barusan sangat mengagetkan aku. Tidak seperti biasanya Tony mengucapkan kata-kata pernikahan, dia bukanlah seorang perayu yang romantis, sekali merayu pun Tony selalu men

